Jasa Peredam Suara, Ruangan yang bising atau bergema pastinya membuat tak nyaman karena mengganggu sistem pendengaran. Polusi suara di dalam ruangan bahkan dapat memecah fokus sampai menyebabkan stres, terutama saat kebisingan berlangsung pada ruang kerja yang mana menuntut konsentrasi tinggi bagi penggunanya. Material Peredam suara dapat menjadi material pilihan untuk mereduksi kebisingan di dalam ruangan.
Selain meredakan kebisingan, material peredam suara juga menjaga laju bunyi sehingga tidak membuat ruangan terasa terlalu sunyi. Peredam suara mampu mengendalikan bunyi di dalam ruangan sampai menyentuh tingkat kebisingan ideal, yakni 55 dBA.
Prinsip Kerja Material
Pada prinsipnya, material peredam suara bekerja dengan menerapkan sistem akustik di dalam ruangan. Akustik sendiri merupakan prinsip penataan bunyi yang mengedapkan dan menyerap suara di dalam ruangan tertutup. Material ini berfungsi menghalangi kebisingan yang berasal dari satu ruangan yang berpengaruh terhadap ruangan lainnya.
Dengan memasang peredam suara, bebunyian yang dihasilkan di dalam ruangan akan terdengar lebih natural dan jernih. Tak heran, material ini kerap diterapkan pada studio musik dan bioskop guna menghasilkan kualitas suara yang lebih tinggi.
Jenis-jenis Material Peredam Suara
Terdapat tiga jenis peredam suara yang dapat menciptakan ruang akustik dengan mutu suara yang baik. Ketiga jenis tersebut dibuat dari bahan khusus yang memiliki fungsi berbeda dalam mengolah dan mengendalikan produksi suara di ruangan.
Yang pertama adalah peredam suara yang bekerja menyerap energi suara sehingga tidak ada suara yang memantul kembali ke ruangan. Prinsip ini juga dikenal dengan cara mengendalikan waktu gema (reverberation time).
Ada juga peredam suara yang berfungsi mengendalikan perpindahan suara antara dua ruangan dengan mengembalikan kembali refleksi suara ke dalam ruangan di mana suara itu berasal. Terakhir, adalah peredam suara yang bertugas mengendalikan efek getar dari suatu bunyi yang mana menyebabkan getaran pada struktur bangunan ruang.
Aneka Material Peredam Suara
Setidaknya, ada enam pilihan material untuk peredam suara. Masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan tersendiri. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
1. Acourete Fiber
Ada banyak jenis material peredam suara yang dapat dimanfaatkan sebagai peredam suara, seperti kain, gipsum, busa telur, poliester, rockwool, dan soft board. Namun, Acourete Fiber menjadi material yang akhir-akhir ini paling sering digunakan oleh para produsen besar karena kemampuannya menyerap dan mengedapkan suara sekaligus.
Selain itu, Acourete Fiber disamping tidak gatal bisa bertahan lebih lama dibanding dengan material peredam lainya, Acourete Fiber Acourete Fiber telah diuji di laboratorium internasional dan telah mendapatkan sertifikat bebas alergi, bebas bahan beracun, dan aman terhadap risiko kebakaran karena tidak menyerap uap air. kelemahan dari material ini adalah Harganya yang sangat mahal sehingga hanya-hanya orang-orang tertentu yang mau menggunakan material ini. Material ini bisa anda dapatkan di reseller-reseller seperti City Sound Studio, Capital Soundproofing maupun Produsen asli yaitu Acourete itu sendiri.
2. Glasswool
Nah, selanjutnya ada material peredam suara glasswool. Jenis ini merupakan material yang terbuat dari bahan dasar fiberglass. Untuk teksturnya, mirip seperti bulu domba atau wool. Ketebalan dari material ini sendiri sekitar 2,5 cm – 5 cm dengan densitas atau kepadatan sekitar 25 g/cm³ hingga 75 g/cm³. Kamu bisa menemukan material glasswool di pasaran dalam bentuk gulungan dengan kisaran panjang 30 meter. Namun kelemahan dari material glasswool adalah menyerap uap air sehingga menurunkan kualitas peredaman, dapat berjamur, tidak cocok jika digunakan dalam waktu lama, tidak bagus untuk pernapasan, dan dapat menimbulkan iritasi jika tersentuh.
3. Rockwool
Material peredam suara rockwool terbuat dari serat mineral ringan yang mampu menyerap suaran dan juga panas. Sekilas, material ini mirip dengan glasswool, hanya saja densitas material rockwool lebih tinggi dengan kisaran 30 g/cm³ – 100 g/cm³. Maka dari itu, banyak yang menggunakan rockwool sebagai pelapis kedua dari peredam suara glasswool. Jika kamu mau tertarik dengan material ini, kamu bisa membelinya dalam bentuk lembaran ataupun gulungan. Namun kelamahan dari material ini adalah gatel kalau terkena kulit.
4. Greenwool
Material Peredam suara greenwool merupakan material yang terbuat dari bahan polyester fiber dengan sifat yang tahan air atau hydrophobic sehingga sulit dipengaruhi kelembapan udara. Sebenarnya, material peredam suara yang berwarna hijau ini lahir atas dasar pertimbangan bahwa material glasswool dan rockwool kurang baik untuk kesehatan. Ya, berkat bahan dasarnya yang berupa polyester, maka material greenwoool dinilai lebih aman dan tidak berbahaya. Namun Green wool punya kelamahan tidak bisa dijadikan peredam suara pada ruangan yang memerlukan kekedapan yang tinggi seperti studio musik ataupun studio rekaman dikarenakan densitynya yang rendah.
.
5. Busa Telur
Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan material peredam suara ini karena keberadaannya cukup populer dan sering digunakan. Material busa telur memiliki bobot yang cukup ringan dan mudah untuk diaplikasikan. Namun, material ini kurang maksimal untuk meredam suara yang berfrekuensi tinggi. Sebagai alternatif, kamu bisa memanfaatkan material busa telur sebagai lapisan peredam suara tambahan.
6. Softboard
Selanjutnya, ada peredam suara yang terbuat dari bahan serat polyester. Ketebalannya berkisar di angka 1,2 cm dan umumnya softboard berwarna cokelat seperti warna kayu. Kamu bisa menggunakan material yang satu ini untuk meredam gema dan menyerap suara ruangan yang berlebihan. Untuk pemasangannya, biasa material softboard dibungkus dengan kain ataupun wallpaper peredam suara.
7. Peredam Suara Alami
Selain menggunakan berbagai material, penataan peredam suara di dalam ruangan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan ornamen dan benda yang memiliki kemampuan menyerap suara. Karpet yang melapisi seluruh lantai ruangan dan buku-buku yang memenuhi dinding dapat dimanfaatkan sebagai peredam suara alami.
Apapun jenis peredam suara yang digunakan baik alami maupun buatan, tingkat koefisien pengurangan suasana dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan. Material ini dapat diatur penempatannya secara fleksibel pada dinding, lantai, sampai langit-langit ruangan.
Seberapa banyak Material peredam suara yang harus ditempatkan di dalam ruangan guna menghindari kebisingan bergantung dengan kebutuhan ruang tersebut. Kualitas suara di dalam ruangan akan lebih sempurna ketika peredam suara dilengkapi dengan material insulasi suara.



